Sertifikat Legalitas Kayu SVLK

Sekarang ini banyak perusahaan mebel ekspor sedang “GALAU”. Betapa tidak? Buyer minta produk kita harus bersertifikat. Masalahnya adalah bahwa buyer hanya minta sertifikat FSC (CoC), tidak mau yang lain. Mengapa? Karena yang mereka tahu hanya FSC. Padahal ada alternative lain sertifikasi kayu selain FSC, yaitu SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu).
Mengapa Buyer Minta FSC? Mereka hanya kenal dengan FSC, walaupun tidak faham apa itu FSC. Ini adalah tantangan bagi produsen yang buyernya minta sertifikat kayu, untuk memberikan pemahaman kepada buyer bahwa sertifikat kayu bukan hanya FSC. Memang FSC sudah banyak dikenal di Eropa dan Amerika. Namun buyer tidak mau tahu mengenai biaya dan sulitnya bahan baku FSC. Jika mereka (buyer) mau ikut menanggung biaya yang timbul dari FSC, ini akan menjadi solusi bagi para produsen mebel.

SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (SVLK)

Peraturan Menteri Perdagangan No. 64 sebagaimana telah diubah dengan Permendag Nomor : 81/M-DAG/PER/10/2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan. Dijelaskan bahwa semua produk jenis kayu olahan yang tercantum dalam Lampiran I Kelompok A, mulai 1 Januari 2013 pengirimannya wajib dilengkapi dokumen v-legal. Sedangkan yang termasuk dalam Kelompok B, mulai 1 Januari 2015.

Dokumen v-legal adalah dokumen legalitas kayu yang disyaratkan oleh kepabeanan untuk membuktikan bahwa produk kayu yang dikirim tersebut memenuhi unsur legalitas. Untuk mendapatkan dokumen v-legal tersebut, bisa ditempuh dengan dua cara, yaitu menerapkan SVLK atau Inspeksi per Kontainer.

SVLK adalah salah satu sertifikat kayu yang merupakan “produk” pemerintah Indonesia. Melalui Permenhut No. P.43/Menhut-II/2014, pemerintah mengatur mengenai tata cara verifikasi legalitas kayu. Dalam Permenhut tersebut, disebutkan bahwa setiap industri yang mengelola hasil hutan (kayu) wajib mendapatkan sertifikat SVLK . Jika industri sudah mengantongi sertifikat legalitas kayu ini, maka bisa dipastikan bahwa sumber bahan baku yang dipakai adalah legal/sah. Sertifikat ini berlaku selama 3 tahun dan setiap tahunnya diadakan penilikan / surveillance.

Apa yang harus dipersiapkan oleh Perusahaan yang menerapkan SVLK?

Dalam penilaiannya, ada 4 prinsip yang dinilai.
1. Legalitas usaha
Industri yang menerapkan sertifikasi SVLK harus mempunyai ijin usaha yang lengkap seperti SIUP, TDP, IUI dll.
2. Legalitas dan penelusuran kayu
Semua kayu yang dibeli harus disertai dokumen angkutan yang sah dan berita acara serah terima maupun nota-nota pembelian yang sah dan dapat ditelusuri asal usulnya. Pada proses produksi, yang perlu dipersiapkan adalah tally sheet, laporan produksi, laporan mutasi kayu, laporan stok dll.
3. Pemasaran
Rekapitulasi penjualan diperlukan untuk mendukung data proses produksi pada proses sertifikasi SVLK. Setiap penjualan harus disertai dokumen jual beli yang sah.
5. Ketenagakerjaan
Perusahaan harus menyiapkan Peraturan Perusahaan, Upaya penanganan K3, Upaya penanganan lingkungan dll.

Selengkapnya baca Peraturan SVLK Terbaru 2014

Petunjuk dan Contoh Dokumen SVLK klik disini

Info SVLK lebih lanjut hubungi :

KIRMANTO

Kendal – Jawa Tengah

HP : 085 226 325 170 (Telkomsel)

085 740 349 242 (Indosat)

email : kirmanto@gmail.com

Pin BB : 7DC23DC5

kami siap bantu, atau klik disini

30 Comments »

  1. 1
    Yetty Ps Says:

    Untuk pengurusan SVLK butuh biaya berapa n syarat dokument yg di perlukan apa aja,thanks…

  2. 2
    nikmah Says:

    kalau boleh tau SVLK termasuk jasa apa? trims

    • 3
      pondokmanajemen Says:

      SVLK adalah nama sertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga tertentu, diberikan kepada perusahaan yang menggunakan bahan baku kayu / pengolah kayu. Jika perusahaan telah mendapat sertifikat SVLK berarti perusahaan tersebut dapat dipastikan bahwa sumber bahan baku yang dipakai adalah legal/sah menurut standar SVLK. Kalau produk-produk rumah tangga biasa memakai sertifikat SNI.

  3. 4
    Nurul Says:

    Jika eksportir bersifat trading (membeli furniture yang sudah jadi dari supplier) apakah juga diwajibkan mempunyai SVLK?

  4. 6
    edi Says:

    PAK MOHON DICARIKAN INFO BIAYA YANG JELAS UNTUK PENGURUSAN SVLK BIAR TIDAK ABU-ABU.
    Karena yang bikin kita malas ngurus karena tidak jelasnya biaya itu.
    dan kalau memang ada kejelasan tentu kita tidak akan keberatan

    • 7
      pondokmanajemen Says:

      Biaya SVLK meliputi :
      1. Biaya sertifikat (dibayarkan kepada lembaga sertifikat) = 30 juta (untuk masing-masing lembaga sertifikat memang bervariasi)
      2. Jika mau pakai jasa konsultan juga bervariasi. 5 s/d 25 juta tergantung konsultannya dan cara konsultasinya. Kalau tidak pakai konsultan = Rp. 0
      3. Biaya pengurusan ijin usaha (jika ada yang belum diurus) = tergantung ijinnya dan dinas terkait (masing-masing daerah berbeda-beda). Kalau ijinnya lengkap = Rp. 0
      Kalau mau ngurus SVLK harus dipastikan dulu : lembaga sertifikatnya siapa/berapa, konsultannya siapa/berapa, dan perijinan yg belum : apa/berapa?
      semoga membantu

  5. 8
    faizah Says:

    Didalam pengurusan SLVK apa nanti harus ada pihak lembaga yang datang ke prusahaan untuk memastikan kalau kita menjalankan dan memenuhi syarat yang ditentukan pak ? seperti contoh untuk mendapatkan sertifikat ISO misalnya?

    biasanya berapa lama proses mendapatakan SVLK jika semua ijin usaha sudah terpenuhi?

    • 9
      pondokmanajemen Says:

      Ya, ada lembaga yang mengaudit ke perusahaan, namanya Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (LV-LK). Jika ijin usaha lengkap, lama prosesnya 2-3 bulan.

  6. 10
    Herman Says:

    Bg mau tanyak, apa syarat yg harus saya miliki agar saya tidk trjerat hukum dalam membawa bahan kusen d luar wilayah daerah lain yg kusen trsebut untuk saya pakai sendri? Trtmakasih

  7. 12
    Kusuma Alvian Says:

    Kalau perusahaan kayu hanya menjual kayu olahan yg berupa sawn timber, apa perlu SVLK?

  8. 14
    romy Says:

    Selamat pagi pak;

    Mau tanya apa beda svlk dan v-legal

    Terima kasih

    Salam

    • 15
      pondokmanajemen Says:

      SVLK adalah sistem yang harus diterapkan perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi dengan legal. Perusahaan yang menerapkan SVLK dan telah dilakukan audit oleh pihak ketiga dan memenuhi persyaratan, diberikan sertifikat SVLK. Perusahaan yang bersertifikat SVLK setiap akan melakukan ekspor akan mendapatkan dokumen v-legal sebagai syarat ekspor kepabeanan yang berlaku untuk satu kali pengiriman. V-legal ini dikeluarkan oleh pihak ketiga yang mengaudit / lembaga yang mengeluarkan sertifikat SVLK, atau istilahnya LV-LK (Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu).

  9. 16
    aida mebel Says:

    Pak mau penkelasqn yg valid, apa svlk utk industri kecil dan menengah atau bukan indurstri kayu primer akan atau diundur th depan 2015 ?

    • 17
      pondokmanajemen Says:

      Saya belum mengetahui ada peraturan lain yang mengaturnya selain Permendag No.64. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa SVLK/V-Legal harus dipunyai oleh perusahaan pemegang ETPIK. Artinya baik industri kecil maupun besar, industri primer maupun lanjutan, bagi yang ekspor sendiri (punya ETPIK) mulai januari 2014 wajib ada SVLK/V-Legal. Selengkapnya baca Permendag No.64

  10. 18
    zul Says:

    pak.kalau sampe awal januari 2013 perusahaan belum memiliki svlk tapi memiliki etpik
    apakah masih bisa eksport.sedang svlk dan etpik revisi masih dalam proses..
    terima kasih

  11. 19
    Akang Says:

    Maaf pak mau tanya, kalau Lembaga verifikasi Legalitas Kayu (LV-LK) itu dibentuk oleh siapa? selanjutnya kami sebagai pemegang IUPHHK bisa gabung juga dalam LV-LK?

    • 20
      pondokmanajemen Says:

      LV-LK diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional), pemegang IUPHHK adalah pemegang ijin usaha pemanfaatan hasil hutan, bukan ijin untuk melakukan verifikasi, jadi tidak bisa menjadi LV-LK.

  12. 21
    suherdiman Says:

    Apakah dengan diperolehnya sertifikat SVLK sudah menjamin bahwa kayu yang dipakai tersebut sudah legal?,,,

  13. 23
    Sanny Says:

    Selamat Siang Bapak / Ibu,
    Tolong informasi syarat dan apa saja yang dibutuhkan untuk memperpanjang ijin Sertifikat Legalitas Kayu.
    Terimakasih.

  14. 25
    Nurul H. Says:

    maap pak mau sharing, jika perusahaan sudah memiliki SVLK. apakah audit akan meninjau tiap bulannya ?

    • 26
      pondokmanajemen Says:

      Proses audit tahunan akan meninjau data-data satu tahun kebelakang, tentu saja data tiap bulan harus tersedia dan saling berkaitan.

  15. 27
    RIni Says:

    Pagi, Pak
    Untuk ekspor furniture ke Korea & Japan, apakah perlu svlk?

    • 28
      pondokmanajemen Says:

      Mulai Januari 2015 semua eksportir furniture harus punya SVLK (dokumen v-legal) karena v-legal bukan hanya persyaratan buyer, tetapi syarat kepabeanan.

  16. 29
    Ucup Says:

    Selamat siang pak
    Kami relatif baru dalam penggunaan bahan baku kayu (furniture), mengingat adanya keharusan bagi perusahaan agar mempunyai SVLK. Kami mohon pencerahannya,bagaimana cara mengontrol stok mulai dari Log, RST sampai ke komponen karena muara dari SVLK merujuk pada laporan mutasi kayu?
    terima kasih

  17. 30

    saya mau tanya : jika tebangan dari kebun sawit apa perlu SVLK juga?


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s