Cara Ekspor Tanpa Sertifikat SVLK

Bagi perusahaan yang belum punya sertifikat SVLK, akan terkendala pada saat pengiriman. Karena mulai bulan Maret 2013, semua produk berbahan kayu yang masuk ke Eropa harus ada dokumen legalitas kayu.

Bagaimana dengan perusahaan yang belum punya SVLK ?

Solusinya adalah dengan mengurus dokumen v-legal dengan cara inspeksi. Dokumen ini sebagai pengganti sertifikat svlk yang berlaku untuk sekali pengiriman. Syaratnya adalah dokumen pembelian, laporan produksi dan laporan mutasi kayu selama tiga bulan terakhir dan packing list/performa invoice barang yang akan dikirim. Lembaga yang mengeluarkan v-legal adalah lembaga yang mengeluarkan sertifikat svlk. Perusahaan anda akan diinspek oleh LV-LK dan jika dinyatakan lulus, maka akan diterbitkan dokumen v-legal yang berlaku dalam jangka waktu 4 bulan.

Namun berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.43/Menhut-II/2014 tanggal 19 Juni 2014 yang diundangkan tanggal 27 Juni 2014 tentang Standar dan Pedoman Penilaian Kinerja pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak disebutkan pada Pasal 16 ayat 3 bahwa penerbitan dokumen V-Legal melalui mekanisme Inspeksi dapat dilakukan sampai dengan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak peraturan diundangkan. Sesuai ketentuan datam peraturan tersebut, maka penerbitan dokumen V-Legal melalui mekanisme inspeksi hanya sampai dengan tanggal 27 September 2014. Setelah tanggal tersebut dokumen v-legal hanya dapat diterbitkan bagi pemegang sertifikat VLK saja.

Bagaimana jika memakai bendera perusahaan bersertifikat SVLK atau undername?

Dalam SVLK tidak ada istilah bendera atau undername. Jadi kalau sistem tersebut dipakai secara langsung maka tidak memenuhi prinsip dan kriteria standar SVLK sehingga tidak bisa. Untuk solusinya, anda harus menjadi supplier/pemasok/pengrajin/sub kontrak dari perusahaan SVLK dengan membuat perjanjian tertentu dan tentunya harus memenuhi prinsip dan kriteria SVLK yang disyaratkan.

Info lebih lanjut hubungi :

KIRMANTO

Kendal – Jawa Tengah

HP : 085 226 325 170 (Telkomsel)

085 740 349 242 (Indosat)

email : kirmanto@gmail.com

Pin BB : 7DC23DC5

 

47 Comments »

  1. 1
    retno Says:

    Mohon info pak, jika saya mau export furniture yg berbahan kayu dan sy mengunakan jasa pihak under name yang sudah memiliki sertifikat SVLK, apakah bisa? jika iya, saya tinggal minta copy sertifikatnya saja dan kirim ke buyer sy untuk proses clearance disana?
    bisakah saya diberikan contoh sertifikat SVLK yang dimaksud?
    Terima kasih

    • 2
      pondokmanajemen Says:

      Bisa.. tetapi harus memenuhi prinsip dan kriteria SVLK yaitu : perusahaan Anda harus menjadi supplier (pemasok) di perusahaan bersertifikat, dan perusahaan bersertifikat tsb harus punya ijin usaha utk trading. Persyaratan dsb telah diatur dalam standar SVLK. Copy sertifikat tidak berlaku.

  2. 3
    Awan Says:

    Terima kasih info nya pak, Berapa hari lamanya pengurusan V legal dari hari pemenuhan semua dokumen terkait?

    Terima Kasih

  3. 5
    melissa Says:

    mau tanya katanya persyaratan pengajuan svlk untuk perusahaan yg trading (jual beli) dlam hal ini tidak memproses furniture dr bahan mentah. tapi perushaan hanya finishing saja (beli jadi dri supplier)….. berbeda dengan yg perusahaan mengolah langsung dr bahan mentah ?

    • 6
      pondokmanajemen Says:

      Bu Melissa, perusahaan trading membeli barang jadi sudah finishing. Syaratnya sedikit berbeda. Tetapi perusahaan yang membeli barang mentah dan di finishing sendiri, syaratnya sama.

  4. 7
    sulyono Says:

    Sy punya customer di Eropa, Japan, Australia, dan USA ingin memesan furniture jadi sama sy. Apakah memerlukan sertifikasi juga atau langsung ke forwarder?

  5. 9
    heri arya Says:

    Saya mau export kayu jadi ke dubai tp perusahaan saya td nya tidak bergerak di bidang perkayuan
    Apa kah perusahaan sy bisa melakukan export ?

    • 10
      pondokmanajemen Says:

      Menurut aturannya tidak bisa pak, karena syarat bisa ekspor harus punya ijin ekspor, sedang syarat ijin ekspor harus punya ijin industri yang bergerak dibidang perkayuan.

  6. 11
    Nunung Says:

    mohon tanya apakah furniture yang terbuat dari partikel ( panel ) termasuk yang wajib mempunyai sertifikat V-Legal ?

  7. 13
    teguh Says:

    SVLK maksudnya bagus,, tapi sangat merepotkan untuk industri kelas menengah ke bawah karena biaya sangat mahal. Pemerintah harusnya bantu untuk buka keran eksport demi masuknya devisa. 🙂 kok jadi curhat ya.

  8. 14
    bayu Says:

    Mohon info, apakah pemberlakuan V Legal untuk Furniture diundur hingga januari 2015…? terima kasih

    • 15
      pondokmanajemen Says:

      Sesuai Permendag No. 81 th 2013 yang dikeluarkan tanggal 27 Desember 2013, untuk produk furniture (lampiran I kelompok B) diundur sampai Januari 2015

  9. 16
    budi_the_superstar@yahoo.co.id Says:

    ada wacana bahwa juni 2014 semua suplayer kayu harus bersertifikat SVLK,. gimana tanggapan bapak ? walau menurut saya kebijakan tersebut agak sulit dilaksanakan

    • 17
      pondokmanajemen Says:

      Kalau saya jadi suplayer kayu, saya tidak akan ngurus SVLK selagi saya tidak ekspor sendiri. Tetapi kalau saya ada budget, saya akan ngurus SVLK karena kedepannya hanya suplayer yang “berijin” saja yang banyak order.

  10. 18
    budiono Says:

    Mohon informasinya,…. apakah untuk produk furniture dengan tujuan export ke Eropa, juga diundur pemberlakuan V-Legalnya…??? Terimakasih

    • 19
      pondokmanajemen Says:

      Yang mengundur permberlakuan itu Pemerintah Indonesia. Untuk negara tujuan khususnya Eropa tetap diberlakukan.

  11. 20
    hendra Says:

    slmt malam Pondokmanajemen. sy Hendra wijaya 23thn (mahasiswa), krn org tua sy sbg supplaier kayu domestic,, sy ingin belajar secara mandiri cara export kayu keluar.
    Pak mw tanya.. klu saya ingin export misalkan kayu jati ke jepang..tp bentuk masih bantalan kotak apa bisa ??
    dan apa saja syarat SVLK’nya ??
    Apakah saya bs melakukan export dengan menumpang bendera dr prusahaan lain ??
    dan bagaimana caranya saya untuk ikut trading kayu ??
    Terimakasih

    • 21
      pondokmanajemen Says:

      Kayu kotak tidak boleh diekspor. Syarat SVLK : SIUP, TDP, NPWP, HO, dok. Lingk hidup, ETPIK, NIK dll. Ekspor memakai bendera pers lain tidak diperbolehkan. Kalau mau ikut trading kayu coba hubungi dinas kehutanan setempat.

  12. 22

    Selamat Siang Pondokmanajemen,

    Kami rencana akan ekspor kayu ke Chittagong, Bangladesh dan St Petersburg, Russia dan ini ekspor kayu kami pertama sehingga kami baru mau mengurus SVLK (karena sebelumnya belum ada penjualan sehingga rencana produksi kayu juga belum ada). Tapi untuk ekspor di bulan pertama kami ingin mengurus V-Legal karena keterbatasan waktu dan selanjutnya setelah pembayaran lunas dari buyer untuk bulan pertama baru kami akan mengurus SVLK beserta FSC dan PEFC. Oleh karena itu kami mohon informasi untuk pengurusan V-Legal perkiraan biaya dan lama pengurusan dan setelah itu untuk masing2 SVLK, FSC dan PEFC perkiraan biaya dan lama pengurusan serta prasyaratnya apa saja. Terima kasih atas perhatiannya

    thx

    • 23
      pondokmanajemen Says:

      Menjawab pertanyaan Bapak
      1. Pengurusan V-Legal : kurang lebih dua minggu
      – persiapan dokumen dan persyaratan : 1 minggu
      – audit/inspeksi lembaga sertifikasi : 2 hari
      – penerbitan v-legal : 2 hari
      Persyaratan : dok pembelian dan administrasi prod 3 bulan terakhir
      Biaya audit/inspeksi : 2 – 2,5 jt per container
      2. Pengurusan SVLK : kurang lebih 2 – 3 bulan
      – persiapan dokumen dan persyaratan : 1 bulan
      – audit : 3 hari
      – proses pengambilan keputusan s/d sertifikat terbit : 1 – 1,5 bln
      Persyaratan : ijiin usaha, dok pembelian, administrasi prod dan penjualan 1 tahun terakhir
      Biaya : jika ijin usaha lengkap dan sesuai
      – biaya sertifikat : 25 jt
      – biaya pendampingan/konsultansi : (tergantung kesepakatan)
      3. FSC/PEFC : 2 – 3 bulan
      – persiapan dokumen dan persyaratan : 1 bulan
      – audit : 2 hari
      – proses pengambilan keputusan s/d sertifikat terbit : 1 – 1,5 bln
      FSC dan PEFC prinsipnya sama, jadi sebaiknya pilih salah satu saja.
      Persyaratan : yang utama adalah bahan baku harus dibeli dari perusahaan bersertifikat FSC/PEFC
      Biaya :
      – biaya sertifikat : 25 – 30 jt
      – biaya pendampingan : (tergantung kesepakatan)

  13. 24
    Ikhsan Says:

    selamat pagi pondokmanajemen.
    saya pengrajin dari Jepara dan saya ingin Export furniture (kayu jati sudah finishing) ke Rusia.
    mohon bantuannya, apa saja yg perlu saya siapkan? dokumen2 dan perijinan darimana saja?
    ini pertama kalinya saya akan export.
    saya blum mempunyai SIUP maupun NPWP perusahaan.

    • 25
      pondokmanajemen Says:

      Sampai dengan Desember 2014 nanti, produk furniture belum diwajibkan untuk memakai dokumen v-legal sehingga belum wajib SVLK. Namun sementara ini jika mau ekspor sendiri, ijin usaha yang harus dipunyai yaitu : Akta pendirian perusahaan untuk UD/CV/PT, SIUP, HO, TDP, NPWP, IUI atau TDI, ETPIK dan NIK. Untuk Akta pendirian dikeluarkan oleh Notaris, untuk Jepara, HO bisa dikeluarkan oleh Kantor Kecamatan. sedang ijin yang lain bisa diurus di Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten. Biasanya Notaris juga bisa menguruskan semua ijin-ijin tersebut. Jika ekspornya rutin, sebaiknya persiapkan untuk mengurus SVLK

  14. 26
    ud ghowo berkah Says:

    saya ada penawaran export kayu jati dalam bentuk barang setengah jadi. Slimar pintu ukuran 4cm x 12cm x 200cm up 250cm. Expor nya ke india dan ghana. Tapi kendalanya perusahaan saya belum ber SVLK.. mhn pencerahan nya. Terima kasih. Pak yakop / ud ghowo berkah. Jomcng jatim

    • 27
      pondokmanajemen Says:

      Kalau ekspornya diperkirakan rutin, sebaiknya persiapkan SVLK. Tetapi kalau tidak rutin, Bapak Subcont aja ke perusahaan yang sudah punya SVLK, tentunya dengan perjanjian khusus.

  15. 28
    ALI Says:

    MAS KIRMANTO HEBAAAT

  16. 30
    akbar Says:

    Mohon pencerahannya. Kami perusahaan yang bergerak dibidang Plastic Synyhetic Fiber dan sekarang ini kami punya pesanan Gazebo dari kayu untuk di ekspor. Untuk memenuhi Gazebo permintaan pihak costumer kami menggunakan pengrajin/pihak ketiga untuk pembuatannya. Sekedar informasi kami mempunyai ETPIK namun tidak mempunyai SVLK. Yang kami ingin tanyakan : apakah dengan ETPIK kita bisa melakukan ekspor (tanpa SVLK), mengingat waktu pengurusan SVLK yang cukup lama…?

    • 31
      pondokmanajemen Says:

      Pak Akbar,
      Tanpa SVLK tidak bisa ekspor, walaupun punya ETPIK. Perlu Bapak ketahui juga bahwa untuk bisa ekspor gazebo, ruang lingkup Etpik Bapak harus mencakup gazebo.

  17. 32
    deddy Says:

    Mau tanya pak, apa kah bisa ekport kayu gesekan bansaw. Ke malaysia dan thailan pak. Trimakasih

    • 33
      pondokmanajemen Says:

      Bentuk dan ukuran kayu olahan yang diperbolehkan diekspor diatur dalam Permendag No.64. Coba dipelajari apakah termasuk didalamnya atau tidak.

    • 34
      pondokmanajemen Says:

      Bentuk dan ukuran kayu olahan yang diperbolehkan diekspor diatur dalam Permendag No.64. Coba dipelajari apakah termasuk didalamnya atau tidak. Selain itu, perusahaan anda harus punya SVLK.

  18. 35
    rahman Says:

    selamat pagi pondokmanajemen , kami mohon bantuan untuk informasi karena kami ada rencana export furnitur seperti bangku dan meja , kami ada rekanan yang mempunyai ijin ETPIK non produsen an sdh mempunyai ijin SVLK tetapi posisi perusahaan tersbut ada di Bali sedangkan barang yang akan di export ada di jakarta apakah kami tetap bisa memakai ijin rekanan kami yang di Bali untuk kegiatan export di Jakarta ? mohon penyerahan nya

    • 36
      pondokmanajemen Says:

      Ijin rekanan tidak bisa dipakai, karena ETPIK Non Produsen hanya boleh membeli dan mengirim barang dari industri pemasok yang tercantum dalam ETPIKnya

  19. 37
    ghozali Says:

    mau tanya pak, saya bulan ini akhir januari 2015 mau kirim produk saya ke india, berupa mebel antik untuk perlengkapan pernikahan, apakah harus ada svlk juga? sedangkan produknya saya bikin sendiri, dan nota nota pembelian kayu sudah hilang, saya pengrajin kecil, barangnya sedikit setngah kontainer kecil, bagaimana menurut bapak? sedangkan pembelinya minta akhir january 2015 harus kirim, terima kasih

    • 38
      pondokmanajemen Says:

      Pengiriman ke India untuk akhir Januari 2015 khusus mebel tidak wajib SVLK, tapi bisa dengan Deklarasi Ekspor. Caranya : perusahaan Bapak harus didaftarkan terlebih dulu ke Kehutanan, selanjutnya Bapak mendapat username dan password untuk mengurus Deklarasi Ekspor secara online.

  20. 39
    gloria Says:

    Bapak. kami perusahaan home industri mau kirim barang ke singapore berupa sapu ijuk dan pel lantai yang garannya ( tongkatnya berupa kayu). apakah harus wajib SVLK.? atau bagaimana pak?

    • 40
      pondokmanajemen Says:

      Untuk barang tersebut kalau kirim ke Singapore tidak perlu SVLK, cukup dengan Deklarasi Ekspor.

      • 41
        gloria Says:

        Bapak, kalau buat deklarasi export prosedurnya bagaimana? dan makan biaya berapa banyak? masa berlaku DE berapa lama? atau tiap kali kita mau kirim harus bikin. Terima kasih

  21. 42
    Bagus Says:

    pak mau tanya kalau exspor kerajian ukir dari kayu albasia gimana pak apakah wajib juga?

  22. 43
    Rm. Elian Says:

    Selamat pagi pondok management, mohon infonya. Saya ada rencana untuk tes
    atau survey produk di german..berhubung ada saudara saya yg berwarga negara di sana dan bekerja dibidang arsitekur. Saya ingin mengirim furniture ( credenza 5 unit, daun pintu 10 unit, dan small coffe table 5 unit ). Apakah untuk pengiriman saya membutuhkan SVLK, syarat apa saja yg dibutuhkan ?? Dan jika tidak di perjual belikan dsna, dgn kata lain ini pemberian dari sya..apa tetap membutuhkan SVLK ?? Mohon bantuannya, terima kash bnyk

    • 44
      pondokmanajemen Says:

      Produk kayu yang dikirim ke luar negeri baik yang dijual lagi atau dipakai sendiri tetap membutuhkan svlk apalagi tujuannya ke eropa dan australia.

  23. 45

    Saya mempunyai usaha penggergajian kayu yaitu U.D. Bisakah saya menjual kayu kepada perusahaan yg mempnyai izin eksport mohon jawabannya..

  24. 46
    Satrio Says:

    halo, salam kenal, saya satrio dari Unit Managemen Hutan Rakyat (UMHR) Wonolestari Bantul. kami membawahi petani kayu Hutan rakyat di Kec. Pajangan. kayu kami sudah bersertifikasi VLK dan bulan depan kami diaudit untuk PHBML. kayu kami: jati, Mahoni, Sengon dan kayu rimba yang lain. jika tidak ingin repot dengan DKP, silahkan bagi industri meubel, perusahaan ekspor impor bisa membeli kayu dari UMHR yang sudah VLK seperti kami. silahkan hubungi kami di wonolestari.bantul@gmail.com. trims pondok mnagement.

  25. 47

    jika ada yang mau beli kayu hutan kalimantan harap hubunggi kami di biofrida@gmail.com (meranti, kempas,kapur,labon, binuang,bintangur dan bengkirai)


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: