FSC

forestTujuan Program FSC ini  untuk :

1.   Sebagai alat pemasaran untuk menjadikan produk Indonesia lebih bersaing di pasar mancanegara.

2.   Membantu kalangan industry dalam peningkatan ekspor produk furniture yang ramah lingkungan sesuai tuntutan pasar internasional saat ini

3.   Membantu para pengusaha Indonesia yang memanfaatkan produk hasil hutan (terutama kayu) seperti industri furniture/mebel, plywood, dan woodworking dalam memberi jalan keluar dari permasalahan persyaratan yang diminta para buyer asing dalam hal issue ekolabel (seperti Verified of Legal Origin, COC, dan produk ramah lingkungan)

4.   Sebagai alat untuk peningkatan harga jual produk furniture

Pengertian

Sertifikasi Chain of Custody (COC)

adalah program sertifikasi yang diaplikasikan pada unit industri dan distribusi hasil hutan untuk memastikan bahwa produk kayu yang diproduksi oleh unit industri adalah berasal dari hutan yang dikelola secara lestari yang ditunjukkan dengan sertifikat Sustainable Forest Management (SFM).

Forest Stewardship Council (FSC)

adalah lembaga international non-profit merupakan Lembaga Akreditasi yang pertama kali mengembangkan Sertifikasi SFM dan COC. Sampai dengan saat ini lebih dari 30 juta ha areal hutan di berbagai belahan penjuru dunia telah disertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh FSC melalui standar dan proses sertifikasi yang cukup ketat dan mendapat pengakuan yang sangat signifikan dari berbagai stakeholder di tingkat international.

a.      Pada kondisi pabrik belum mempunyai kayu dari hutan bersertifikat FSC, industri tersebut masih tetap dapat menerapkan Sertifikasi COC. Jika dinyatakan lulus, industri memperoleh Sertifikat COC-FSC dan logo off product, tetapi belum dapat menggunakan logo COC-FSC pada produknya (get a certificate COC-FSC, but not use logo COC-FSC on product). Sertifikat yang diperoleh adalah sertifikat implementasi sistem dan standar COC FSC. Pada kondisi ini, umumnya buyer sudah setuju karena buyer biasanya tidak mempermasalahkan logo on product atau logo off product, yang penting buyer melihat pabrik memiliki Sertifikat COC FSC, maka buyer sudah setuju. Apabila pabrik telah mempunyai kayu bersertifikat FSC, dengan melalui sekali kunjungan verifikasi/pemeriksaan oleh Lembaga sertifikasi lebih dahulu, maka pabrik dapat menggunakan logo COC-FSC pada produknya (logo on product).

b.      Pada kondisi pabrik sudah mempunyai kayu dari hutan bersertifikat FSC, maka tentunya pabrik dapat langsung disertifikasi dan jika dinyatakan lulus, pabrik langsung memperoleh sertifikat COC-FSC plus berhak menggunakan logo COC-FSC pada produknya (get a certificate COC-FSC and use logo COC-FSC on product).

Sistem FSC

Sebelum diaudit oleh Lembaga Sertifikasi, industri harus memiliki sistem COC FSC lebih dahulu yang dibuat oleh konsultan, dengan kegiatan antara lain : training, pembuatan dokumen COC FSC (seperti Manual COC, Prosedur COC, Instruksi Kerja, dan supporting document) dan implementasi sistem FSC. Sistem COC yang harus ditetapkan oleh industri terdiri dari 3 (tiga) pilihan :

Pilihan 1: Pure 100% artinya pabrik menggunakan 100% bahan baku yang berasal dari hutan yang telah bersertifikat FSC

Pilihan 2 : Mixed artinya pembagian penggunaan kayu bersertifikat FSC label dengan FSC Controlled Wood, meliputi :

a.       percentage claim

b.      kredit = menggunakan sistem akunting kredit FSC

Pilihan 3 : Recycled = penggunaan bahan baku yang berasal dari kayu daur ulang (kayu bekas penggunaan lain).

Pelaksanaan sertifikasi

Tahapan setelah kegiatan penetapan sistem adalah tahapan Audit oleh Lembaga Sertifikasi, yang terdiri dari 3 (tiga) kegiatan utama sebagai berikut :

A.    PROSES SERTIFIKASI S/D TERBIT SERTIFIKAT :

1.     Aplikasi (Application)

Klien yang telah siap untuk disertifikasi mengajukan aplikasi dengan mengisi formulir yang disebut Application Form untuk memastikan scope dan biaya sertifikasi.

2.     Pemeriksaan dokumen (document review)

kegiatan menilai kesesuaian sistem dokumentasi klien terhadap persyaratan Sistem COC

3.     Pra-Penilaian (Pre – Assessment) – bersifat optional

adalah kegiatan audit lapangan (on site audit) awal untuk menilai penerapan Sistem COC.

4.     Penilaian (Assessment)

adalah kegiatan penilaian secara menyeluruh terhadap sistem COC klien setelah kekurangan/ketidaksesuaian yang ditemukan pada waktu pre-assessment diperbaiki.  Hasil dari kegiatan ini berupa rekomendasi bagi perusahaan dalam hal pemenuhan persyaratan untuk memperoleh sertifikat.

5.     Penerbitan Sertifikat dan Registrasi

Sertifikat COC berlaku selama 5 (lima) tahun, dan jika habis masa berlakunya dapat diperbaharui / diperpanjang. Pada saat penerbitan Sertifikat COC ini, klien mempunyai kewajiban untuk memenuhi Annual FSC COC Accreditation Administration Fee kepada Lembaga Sertifikasi dengan pengertian sebagai berikut :

a.   Annual FSC COC Accreditation Administration Fee berlaku jika klien telah menggunakan kayu/log bersertifikat FSC sehingga jika dinyatakan lulus Sertifikasi COC, klien telah berhak menggunakan tanda/label/logo FSC-COC pada produk akhirnya. Mekanisme perhitungannya adalah : Annual FSC COC Accreditation Administration Fee  dibayarkan oleh klien setiap tahun setelah diterbitkannya Sertifikat COC. Nilai Annual FSC COC Accreditation Administration Fee berdasarkan Annual Turn Over klien (nilainya setiap tahun bisa tetap atau berubah tergantung nilai Annual Turn Over). Untuk mengetahui nilai Annual FSC COC Accreditation Administration Fee maka klien harus mengisi Daftar Annual Turn Over .

b.   Tetapi dalam kondisi klien belum menggunakan kayu/log bersertifikat FSC sehingga jika dinyatakan lulus Sertifikasi COC, klien belum berhak menggunakan tanda/label/logo FSC-COC pada produk akhirnya, maka klien belum diwajibkan membayar Annual FSC COC Accreditation Administration Fee.

B.    PENGAWASAN SERTIFIKAT SECARA BERKALA ( ANNUAL SURVEILLANCE ) :

adalah kegiatan setelah pelanggan memperoleh sertifikat dengan tujuan untuk memastikan dan memeriksa bahwa sistem tetap dijalankan dan dipelihara dengan konsisten. Surveillance  dilakukan secara berkala setiap satu tahun sekali selama masa berlakunya sertifikat (atau 4 kali surveillance selama 5 tahun).

C.    PENILAIAN TAMBAHAN (VERIFIKASI ) :

Kunjungan penilaian tambahan (verifikasi) mempunyai 2 (dua) pengertian yaitu :

a.   Verifikasi yang berhubungan dengan sistem COC klien yang disebut Verifikasi Major yaitu kegiatan pemeriksaan atau koreksi oleh Lembaga sertifikasi yang dilaksanakan apabila ditemukan ketidaksesuaian sistem COC klien yang bersifat MAJOR pada saat atau setelah kegiatan assessment dan surveillance.

b.   Verifikasi yang berhubungan dengan bahan baku kayu yaitu verifikasi yang dilakukan Lembaga sertifikasi untuk memeriksa/melihat kebenaran fisik maupun dokumen bahan baku kayu yang digunakan oleh klien memang berasal dari hutan yang telah dikelola secara lestari (hutan bersertifikat FSC).

SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (SVLK)

Boleh dibilang merupakan FSC CoC versi Indonesia. Kebijakannya dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan RI melalui Permenhut no P.38/Menhut-II/2009 dan telah diperbaharui melalui permenhut no.  P.68/Menhut-II/2011 yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Dirjen Bina Usaha Kehutanan No P.8/VI-BPPHH/2011. Peraturan tersebut mengatur tentang Verifikasi Legalitas Kayu dimana pada tahun 2013 semua industri pengolah hasil hutan seperti industri mebel diwajibkan mempunyai sertifikat SVLK. Baca selengkapnya.

Info Konsultan Sertifikat Kayu FSC-CoC / VLO / SVLK

25 Balasan ke FSC

  1. taryono berkata:

    bisa kasih prakiraan beaya konsultansi fsc?

  2. Hery Prastyantoro berkata:

    Mas, saya mau tanya, mengapa dalam FSC STD 40-004 atau 005, kok tidak ada penjelasan ya? Kita agak susah untuk mengertinya? Bisa dibantu sumber-sumber yang bisa menjadi referensi

  3. Parkiyanto berkata:

    ada contoh dokumen dan prosedur lengkap untuk CoC FSC transfer system ndak ?
    Bisa di copy ndak dokumennya, sebagai alat panduan pembuatan dokumen dan manual prosedur untuk perusahaan saya?

  4. handoko berkata:

    kalau fsc recycled dokumen COC nya apa saja ? biaya totalnya berapa ? thx

  5. Dadi Heliana berkata:

    saya minta tolong minta jawaban seperti yang ditanyakan pak Hery Prastyantoro. makasih

  6. Wanti berkata:

    Mohon informasi nama pabrik-pabrik kayu yang berada di kepulauan Indonesia yang mempunyai produk yang sudah bersertifikat FSC khususnya di Semarang dan Surabaya, terimakasih.

  7. Rizky berkata:

    sy menjalankan usaha percetakan, dan sy diberikan tugas untuk mencetak kartu nama salah satu perusahaan bumn. yg menjadi masalah adalah sy diminta utk meletakkan logo fsc di kartu nama tsb. kemudian solusinya adalah dengan membeli kertas di distributor kertas yang sudah bersertifikat fsc, kemudian mencetak kartu nama diatas kertas tersebut.
    Apakah dengan demikian sy dpt meletakan logo fsc di kartu nama yg sy cetak diatas kertas yg sdh bersertifikat fsc tersebut? mohon informasinya, terima kasih.

    • pondokmanajemen berkata:

      Pak Rizky, jika BUMN tersebut adalah perusahaan bersertifikat FSC, anda tidak perlu membeli kertas FSC, pakai kertas biasa saja. Yang penting BUMN tsb telah mendapat ijin dari Badan Sertifikasinya untuk meletakkan logo FSC pada kartu nama (ini disebut logo off product / off product label). Namun jika BUMN tsb tdk bersertifikat FSC, anda tidak bisa meletakkan logo FSC, walaupun kertasnya FSC, karena yang punya hak memakai logo FSC hanya perusahaan yang bersertifikat FSC (pemegang sertifikat / certificate holder). Intinya, bukan kertasnya yang menjadikan boleh tidaknya pemakaian logo.

      • Heru Pratama berkata:

        Sekedar crosscheck terkait kertas FSC pada kartu nama berlogo FSC, pihak FSC meminta konfirmasi apakah kertas yang nantinya akan digunakan adalah kertas bersertifikat. Dengan kata lain, kertas yang dipakai harus kertas FSC meskipun yang akan dibuatkan kartu nama adalah anggota FSC. Jikalau ada yg tahu ketersediaan/ suppier kertas FSC/ percetakan yg bisa memproses kertas FSC, mohon kiranya berbagi info. Terima kasih.

  8. nurhidayah berkata:

    saya ingin jawaban untuk pertanyaan seperti yang ditulis oleh bapak handoko “kalau fsc recycled dokumen COC nya apa saja ? biaya totalnya berapa ? ”
    terima kasih

    • pondokmanajemen berkata:

      Mbak Nur…
      Untuk dokumen FSC Recycled diantaranya :
      1. Dokumen supplier kayu : KTP pemilik bangunan/kayu, Surat Ket. Desa (menyatakan kepemilikan bangunan), Surat Jalan (bisa Faktur Angkut Kayu Olahan atau SKSKB cap KR), peta lokasi bangunan (lebih baik ada), Daftar Kayu, Buku Penjualan dll
      2. Dokumen di Perusahaan : Manual CoC, Prosedur CoC seperti prosedur pembelian, penerimaan material, segregation, penjualan, dan prosedur penggunaan logo dan label. Dokumen lain seperti supplier list, product group schedule, material accounting record, volume summary data dll. Masing – masing dokumen ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi sesuai standart FSC.
      Untuk biaya :
      1. Biaya sertifikat antara 30jt s/d 35jt tergantung Badan Sertifikasinya.
      2. Biaya Konsultan : tergantung kesepakatan.

  9. chyuL berkata:

    terima kasih

  10. albert berkata:

    pak apa bisa beri informasi perusahaan kayu yang telah menggunakan FSC.
    contohnya perusahaan penyedia particle board yang punya sertifikat fsc.

    Regards
    Albert

    • pondokmanajemen berkata:

      Coba masuk http://info.fsc.org/
      1. Pada certificate code, CB : pilih salah satu, misalnya SW
      2. Category : CoC
      3. Country : misalnya Indonesia
      4. Search
      5. Pilih salah satu perusahaan
      6. Klik Product Data
      7. Cari product type dengan code : 3143 (particel board)
      8. Jika tidak ada, coba perusahaan lain.

  11. christi berkata:

    Mohon dijelaskan mengenai :
    1. nilai Annual Turn Over, apakah dihitung hanya berdasar produk/order yang berlogo FSC saja atau semua order termasuk yang non FSC?
    2. jika industri telah membeli kayu FSC tapi tidak dijual sebagai produk FSC sehingga tidak menggunakan tanda/label/logo FSC-COC pada produk tersebut, apakah industri ybs tetap dikenai kewajiban untuk memenuhi Annual FSC COC Accreditation Administration Fee kepada Lembaga Sertifikasi?
    demikian, terimakasih & ditunggu penjelasannya.

  12. Masrizal berkata:

    saya ingin informasi apakah ada percetakan yang telah menggunakan kertas daur ulang atau yang sudah disertifikasi oleh FSC..
    mohon dibalas ke alama email saya,,
    Thanks anyway..-

  13. Felicia berkata:

    jenis kayu (kayu solid atau kayu olahan) apa saja di Indonesia yang punya sertifikat FSC atau sejenisnya ya? sekarang kan lagi berkembang isu tt eko desain & green desain jd butuh informasi material yg “green” untuk desain :)

  14. septi berkata:

    terimaksih atas informasinya…

  15. Pury Endahing Warni berkata:

    Mbak,
    Kami kesulitan untuk mencari supplier supplier yang menjual plywood yang bersertifikat FSC. Tolong kami dibantu untuk diberi daftarnya.

  16. Natalie berkata:

    Dear PondokManagement,

    saya ingin tanya, saya adalah suplier label (percetakan kertas labe /sticker), customer saya sedang ada yang cari sticker/label berbahan kertas yang bersertificat FSC. kira-kira yang dimaksud apakah bahannya yang sudah bersertifikat atau apa ya pak?

    atau seperti jawaban bapak ke pak rizki sbb:

    Pak Rizky, jika BUMN tersebut adalah perusahaan bersertifikat FSC, anda tidak perlu membeli kertas FSC, pakai kertas biasa saja. Yang penting BUMN tsb telah mendapat ijin dari Badan Sertifikasinya untuk meletakkan logo FSC pada kartu nama (ini disebut logo off product / off product label). Namun jika BUMN tsb tdk bersertifikat FSC, anda tidak bisa meletakkan logo FSC, walaupun kertasnya FSC, karena yang punya hak memakai logo FSC hanya perusahaan yang bersertifikat FSC (pemegang sertifikat / certificate holder). Intinya, bukan kertasnya yang menjadikan boleh tidaknya pemakaian logo.

  17. Bambang berkata:

    mAS MAU NUMPANG INFONYA BERAPA HARGA KAYU MERANTI YANG BERSERTIFIKAT fsc YA
    tERIMA KASIH

  18. Nawang berkata:

    Mohon info nya , kalo mau urus FSC certificate untuk Usaha Furniture , biaya nya berapa dan apa syaratnya ?

    Terima kasih

    • pondokmanajemen berkata:

      FSC untuk usaha Furniture syarat dan caranya :
      1. Tetapkan dulu scope FSC nya, mau FSC 100%, Mix atau recycled. Bedanya :
      - FSC 100% = semua bahan baku berasal dari hutan bersertifikat FSC
      - FSC mix = bahan baku berasal dari campuran bersertifikat FSC dan controlledwood
      - FSC Recycled = bahan baku dari limbah misalnya bekas rumah dll.
      2. Di perusahaan harus di bentuk sistem manajemen sesuai scope/persyaratan FSC dan manual FSC serta dokumen-dokumen pendukung yang melibatkan semua personil perusahaan mulai dari bag. pembelian sampai penjualan/pengiriman. Biasanya perusahaan meminta bantuan jasa konsultan. Jika tidakpun tidak apa-apa.
      3. Setelah siap, perusahaan menghubungi lembaga yang mengeluarkan sertifikat untuk mengaudit perusahaan. Jika lulus, sertifikat bisa diterbitkan.
      4. Biaya :
      - Biaya sertifikat (dibayarkan kpd lembaga sertifikat) : lbh krg 35 jt
      - Biaya konsultan tergantung kesepakatan.
      5. Waktu yang dibutuhkan dari persiapan sampai menerima sertifikat lbh krg 3 bln.

      Semoga membantu

  19. rachmat berkata:

    Ada yang tahu tidak kertas Photo copy local yang bersertifikat FSC dapat di beli dimana untuk partai besar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s